Oke kembali kali ini aku aku bakal ngeriview detail tentang series atau film yang kelar aku tonton. Sebenarnya sudah aku lakukan di story instagram, hanya saja karena keterbatasan space buat nulis lebih panjang, akhirnya diputuskan untuk kembali menulis di sini, di ruang kebebasanku.
Kali ini aku mau nulis review satu series taiwan, fyi terakhir nonton drama taiwan itu ya jaman esempe, aku menyebutnya film "cenfong" , itu lho yang ada karakter anak basket, dengan soundtrack yang dinyanyiin sama group 5566. Nah sekian puluh tahun, akhirnya aku kembali "berjodoh" dengan drama taiwan, yang biasanya aku cuma nonton drakor aja.
Ternyata drama taiwan gak kalah kiyowo dan serunya kayak drama korea.
Series yang kutonton berjudul "I'm married, but..." di Netflix. Berawal dari liat postingannya teh Meira di IG, jadilah memutuskan untuk ikutan nonton film ini, karena selain jumlah episodenya sedikit (cuma 12 episodes), dan tiap episodenya itu gak panjang (karena credit tittlenya yang kepanjangan), jadilah ikutan nonton. Dann....ternyata filmya bagussssss....
Buat aku yang sudah nikah, series ini relate banget. Meskipun aku alhamdulillah gak ngalamin semua yang jadi tantangan mereka di film ini, tapii...sumpah ini film tuh komplit banget. Semua kemungkinan masalah yang bakal muncul setelah menikah tuh di bahas di sini.
Apa aja ?
1. Suka dukanya (dukanya yang lebih banyak) kalau kita memilih tinggal satu atap sama mertua
Beda culture, di sini digambarkan bagaimana ibu mertua yang super teratur dan pembersih (cenderung OCD) ini jadi hal yang sangat challengin untuk si I-lin (karakter utama cewek di film ini yang notabene adalah sang istri). Sesimple, ketika dia lagi cuci piring, eh diliatin sama ibu mertuanya, berasa kayak lagi ujian praktek cuci piring ,hahaha.. Dan pas gak sengaja barangnya ketinggalan saat dia sama You-you (suaminya) mau berangkat kerja, dan mau gak mau dia mesti balik lagi ke meja makan, tempat terakhir barangnya ketinggalan, eh dia gak sengaja liat, ibunya lagi nyuci ulang mangkuk yang udah dia cuci. Belum lagi kebiasaan ibu mertuanya yang suka tiba-tiba masuk ke dalam kamar, ngambilin cucian kotorm bahkan mencuci celana dalam i-ling. ia kalau nyucinya cuma perkara di cuci tangan, ini tuh CDnya sampai direbussss...Ibu mertuanya benar benar OCD sih. Belum lagi perkara makanan yang superrr sehat dan organik, ibunya memang tipe yang full turun tangan buat urusan dalam rumah, Berbeda banget sama bapak mertuanya, yang dianalogikan seperti pohon, gak ngapa ngapain, disamping memang kayaknya bapak mertuanya ini sedikit sakit, karena ada jadwal makan obat yang harus dilakukan. Berkat ibu yang semuanya diurusin, hal ini membuat suaminya (you-you) tumbuh jadi laki-laki yang agak gak bisa ngapa-ngapain terkait urusan rumah, sesimple misalnya agak nunda pas diminta buat beresin meja makan, belum lagi perkara yang makan masih berceceran.
2. Usaha mendapatkan anak
Awalnya i-ling ini gak mau punya anak, alias memilih child free, dikarenakan sebagai anak pertama yang mana dia harus mengurus kedua adiknya saat dia masih kecil (ibunya harus bekerja, dan ayahnya gak ada), membuat dia sedikit muak jika harus mengurus anak kecil lagi. Apalagi sebagai kakak dia merasa sudah gagal mendidik salah satunya adiknya, yang mana di usia 20 tahun adiknya ini gak ngapa-ngapain, masih mesti dihidupi oleh ibunya, dikarenakan dia gak suka sekolah. Usut punya usut dijelaskan dalam satu percakapan, kenapa adiknya gak sekolah, dan alasan tersebut membuat i-ling merasa gagal sebagai kakak, karena dia tidak memahami adiknya sebenarnya. Hal ini lah yang membuat i-ling menilai jika nanti dia punya anak, dia bakal jadi ibu yang buruk.
Tapi keadaan berubah, setelah pada suatu kesempatan, saat i-ling dan you-you membantu sahabatnya i-ling yang baru saja melahirkan, disitu i-ling mendapatkan sedikit semangat dan dukungan moril dari suaminya, dan disitu i-ling melihat you-you begitu bahagia dan cekatan mengurus bayi, yang akhirnya merubah keputusan i-ling untuk child free dan memutuskan untuk menjalankan promil.
Namun setelah menjalankan promil, dan tidak kunjung berhasil, mereka memtuskan untuk cek ke obsgyn, dan disitu baru mereka mendapatkan sebuah "plot twist". Lagi-lagi film ini berhasil membahas sebuah permasalahan dari sudut pandang yang berbeda dari sebuah film kebanyakan, tapi justru hal tersebut menjadi sebuah realita yang banyak dihadapi oleh masyakarat umum.
3. Hadirnya orang baru dan masa lalu
Dikisahkan a-ling tanpa sengaja bertemu dengan seorang pemilik apotek dekat rumahnya, dan ditengah permasalahannya menghadapi sifat suaminya yang bagi a-ling sangat menjengkelkan, karena belum berani untuk speak up ke ibunya untuk pindah rumah, sosok laki-laki ini sedikit jadi angin segar untuk dirinya. Apalagi laki-laki ini selalu mendengarkannya serta sangat act of service. Berbeda sekali dengan suaminya yang cenderung "gak peka" dan gak inisiatif.
Di kesempatan lain, salah satu rekan kerja merangkap sahabatnya dari jaman kuliah, dan notabene ternyata adalah mantan pacarnya, ternyata diam-diam masih mengharapkan kebersamaan seperti dulu lagi dengan i-ling.
4. Godaan bibit asmara di tempat kerja
Tidak hanya i-ling, ternyata you-you juga menghadapi hal yang sama. Ada satu rekan kerjanya, yang seorang single parent, ternyata menemukan sosok "ayah" bagi putera semata wayangnya di diri you-you. Aku yang nonton sempat khawatir kalau kalau you-you bakal balik suka dan meladeni cewek ini, eh Thanks God penulis naskah series ini benar benar mempertahankan karakter you-you sebagai "suami green flag" sampai akhir.
Tapi pada akhirnya , film ini memberikan pesan kepada penonton, khususnya yang sudah menikah, (terlepas dari permasalahan KDRT yang mengancam nyawa ya, dan untungnya di film ini memang gak ada topik tersebut diangkat), bahwa pasangan sendiri adalah jodoh dengan karakter terbaik yang sudah dipertemukan Tuhan di waktu yang tepat, tidak kecepatan atau kelambatan. Semuany pas. Sekalipun karakter bertolak belakang, sebagaimana yang digambarkan di karakter i-ling dan you-you. I-ling si istri yang sangat gercep, ambisius, dan agak galak, karena datang dari keluarga yang banyak strugglenya, berbeda dengan you-you yang soft spoken, penurut (saking penurutnya malag agak "anak mama", tapi masih dalam koridor in a good way), dan datang dari keluarga yang sangat dekat antar anggota keluarganya, bahkan keluarga besar. Tapi justru sifat dan background mereka yang berseberangan justru jadi bikin rumah tangga mereka berwarna.
Btw, yang aku suka dari film ini adalah semua karakter cowoknya cakep cakep, jadi bingung sama pilihan i-ling ke si apoteker , atau i-ling dan suaminya. Tapi jujur, Jasper Liu jadi karakter you-you badaiiiiii bangetttttt sih...
argggg...gak sabar buat nyaris series taiwan lagi.....