Tampilkan postingan dengan label legoo story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legoo story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Ost For "Plastic Doll"

0 komentar

Selasa, 18 Desember 2012

Ost For "Rumah Anggrek"

0 komentar

Ost For "Akun Tak Bertuan"

0 komentar

Senin, 17 Desember 2012

Ost For "Butterfly"

0 komentar

Jumat, 14 Desember 2012

Ost For "Reuni"

0 komentar


Jumat, 07 Desember 2012

Ost For "Wedding Dress"

0 komentar


Kamis, 06 Desember 2012

Ost For "Blue Christmas"

0 komentar

Ost For "Rendezvous"

0 komentar



Selasa, 04 Desember 2012

Ost For "Heathrow"

0 komentar

Senin, 05 November 2012

Ost For "Teddy Bear"

0 komentar



Ost For "Bangkok Story"

0 komentar



Sabtu, 03 November 2012

Ost For Annyeong ("Someday" by Super Junior)

0 komentar

Annyeong

2 komentar



“ya lo mau gag mau harus sabar ri, namanya juga karyawan. Kalau mereka mogok kerja, kita sendiri yang kewalahan” 

Sally menuangkan teh ke dalam cangkir porselen di hadapannya, “nih, diminum dulu. Biar relax dikit”
Riri mengambil teh yang diberikan sally, meneguknya hingga tak tersisa.

 Diusapnya wajahnya, “Gw sebel sall. Maunya dia apa sih, selalu telat nyetor kerjaan. Ujung-ujungnya gw sendiri yang mesti nerima keluhan klien”


“sabar ri..sabar..”
 faza menepuk halus pundak riri. “Permasalahan kayak gini _gw juga pernah ngalemin. Ya biasalah..karyawan kalau udah nerima gaji, kinerja mereka pasti nurun. Coba deh next time lo hire aja fresh graduate. Mereka biasanya jauh lebih bersemangat ketimbang yang udah senior. Ntar gw bantu deh buat cari link, kebetulan gw punya kenalan di salah satu sekolah fashion terbaik di singapore. Banyak juga lho mahasiswa indonesia yang kuliah di sana”


Faza mengeluarkan sebuah kartu nama dari dalam dompet kulitnya. “nih, namanya sungmin. Lee sungmin”
Baik riri, maupun sally_mendengar nama yang disebut faza barusan, membuat mereka mau tak mau mengerutkan dahi.


“well...sesuai namanya, he’s korean. But...dia fasih kok ngomong bahasa indonesia” jelas faza. Dikeluarkannya lagi tablet samsungnya. Menekan-nekan layar_untuk kemudian berhasil membuka sesuatu dari sebuah laman pencarian.


“dia punya beberapa gerai butik di singapur, tapi kebanyakan bisnisnya dijalankan di seoul. Dan...”
Faza menyerahkan tabletnya pada riri. Sally ikut-ikutan menengok sesuatu hal yang baru saja diperlihatkan faza.


“ini punya dia ?” tanya sally, disertai ucapan “yup” dari faza. 


“How come ??” riri berteriak setengah tak percaya.


“Wait..ini..inikan..Elf Junior ??!!”


Faza mengangguk mantap. “betul banget,Dia CEOnya”


Riri hampir saja menjatuhkan cangkir teh kosong tepat disamping sikunya. Elf Junior ? Sebuah brand terkenal luar negeri yang sangat ingin diajaknya kerja sama untuk brand fashionnya “rereririruru story”. Dan sekarang..jarak begitu amat sangat dekat antara dirinya dan..mimpi besarnya : Ngajak kolaborasi Elf Junior.


“Kenapa lo gag bilang dari dulu sih kalo lo kenal sama ownernya Elf Junior ??” tanya riri masih setengah tak percaya.


“Ya mana gw tau jeung. Lo gag pernah cerita kalau lo suka banget sama fashion asia. Sejauh ini yang gw tau..lo tuh ngiblat banget sama gaya western” jelas faza , nyaris tertawa lepas begitu melihat wajah riri yang sangat cepat sekali berubah. 

Padahal kurang lebih 5 menit yang lalu, didapatinya wajah sahabatnya ini penuh dengan kerutan. Bukan karena mikir, tapi karena terlalu banyak hal yang mestinya gag dipikirkan. At least_belum saatnya untuk dipikirkan.


“sumpah thankyou bangettttt...” riri memeluk faza. “lo juga sall. Bersyukur gw punya sahabat kayak kalian” ucap riri merangkul kedua wanita masing-masing di sisi kiri kanannya.


“Kalo lo, gimana kabar wonderful ortho ? Udah ngelebihin target pasien bulan ini belum”
Tanya pada sally.


“Biasa za.. kalo itu gw udah gag ngurusin lagi. Bukan bagian gw sekarang”


Kali ini faza nyaris melakukan hal yang hampir dilakukan oleh riri_menumpahkan teh ke lantai. Beruntung riri dengan sigap menangkap cangkir teh yang sudah setengah posisi jatuh.


“Anjrittt...serius lo ? Manager wilayah sekarang ?” tanya faza. Sally mengangguk mantap. Matanya tampak berbinar. “Thank you guys, lo bedua orang yang berhasil yakinin gw_bahwa gw sebenarnya bisa mencapai posisi itu. Bulan depan gw resmi pindah ke nagoya”


“mwo ???” baik faza maupun riri, keduanya sama sama mengeluarkan respon yang sama atas statement kepindahan sally.


“Sall, lo lagi gag bercanda kan ?” tanya faza berusaha untuk menemukan kejanggalan pada raut wajah sally. Yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya pelan.


“Sebenarnya..gw gag tau mesti gembira atau gag dengan berita ini. Guys..lo pada tau, this’s not what i really want. Aku gag benar-benar mencintai dunia ini. Karena ini bukan duniaku”


“Jangan bilang kalo lo mau resign trus beralih karier sebagai member girlband ?” tanya riri pelan.. Faza dan sally tergelak. 


“Musik kpop Cuma hobby gw doang kok,bukan passion” ralat sally.”terusss...?” lanjut riri lagi.


“Lo kemana aja sih ri, udah ketinggalan berita banyak banget” jawab faza setengah bercanda. 


“Haha...lo terlalu sibuk nomaden dari satu fashion show ke fashion show laen sih” lanjut sally. “But setidaknya..lo udah berhasil nemuin dan jalan di bidang yang lo mau. Sementara gw ?” tanya sally retoris.


“Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri kok sall. Contohnya kayak faza, okelah dia pernah betah banget di kampus biru tercintanya di bulak sumur. But now, see_kota di negara mana sih yang gag pernah dijelajahi oleh urban traveller kita satu ini ?” 


“eh, aku tuh city hunter ya lebih tepatnya” ralat faza ke riri.”Ya, whatever istilahnya elo lah za” sambung riri sampai tergelak.


“Gw.. gw sebenarnya pengen ngejar karier gw sebagai seniman” zaa sally pelan. “Gw pengen jadi pelukis ri” terangnya pada riri.


Sebenarnya melukis bukanlah hal baru yang ditemukan oleh riri pada sally. Keahliannya menggambar dan menciptakan sketch membuat riri ataupun faza sering bilang kalau sally salah jurusan. Harusnya dia ngambil arsitektur, atau kalau gag desain komunikasi visual ketika duduk di bangku kuliah.


“By the way, kalau lo terima tawaran ini, itu artinya...lo bakal lebih lama lagi di perusahaan ini ?” tanya faza.


“Ya_begitulah. Itu juga kenapa gw ke sini.gw pengen minta saran kalian berdua juga tentang hal ini. Mana yang sebaiknya gw ambil. Tawaran posisi jabatan baru dari perusahaan,atau..gw tolak, dan gw memulai karier gw sebagai pelukis. Ya..seenggaknya, jadi atau gagnya gw sebagi pelukis nantinya, paling tidak gw bahagia hanya dengan ngegambar”


Faza merangkul pundak sally. Begitu juga dengan riri.


“Ikuti kata hati lo sall. Jangan pernah takut sama resiko. Apapun yang lo pilih, selalu ada resiko di dua-duanya”


‘Yups,bener banget. Jalani apa yang lo butuh, bukan apa yang Cuma sekedar pengen. Taunya butuh dari mana ?dari sini” tunjuk riri ke jantungnya.”karena hati gag bakal pernah bisa boong”


Sally mendekap kedua sahabatnya sejak bangku kuliah. Pertemuan mereka di sebuah komunitas bisnis bernama “madjo” (kumpulan orang2 yang gila “Mad” buat djoalan) akhirnya berlangsung hingga umur mereka di atas seperempat abad.


“Apapun yang lo pilih pada akhirnya. Kita selalu dukung keputusan lo kok sall” sambung faza.



......


Changi International Airport, 2019..

“ririiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii....” seru suara dari arah pintu keluar kedatangan luar negeri. Yang dipanggil segera menuju sumber suara, “gila ya lo sekarang, bikin gw pangling” lanjut riri, begitu selesai menyambut kedatangan sally dengan cipika cipiki.


“gag tau neh, jalanan milan nempa gw jadi kurus kering kayak gini” ucap sally, dimasukkannya paspornya ke dalam tas selempangnya. Dilepaskannya mantel tebal berbulu. Berapa belas jam yang lalu, udara dingin memang menyelimuti keberangkatannya. Sementara sekarang, cuaca tropis singapore tentu berbeda dengan winter di kota milan, italy.


“cieee....jalanan milan atau gallery gucci ??” riri mencoba menggoda sally,”sumpah ya, gw iri setengah hidup sama lo. Jadi visual advertising ilustrator buat rumah produksi gucci”


“ketemu gw di milan fashion week gag nyapa-nyapa ya” balas sally.


“ya ampunnn...sorry banget. Secara gw sibuk dan stress banget di backstage. Pas gw mau nyari lo,eh lonya udah gag ada” ucap riri. “Tapi tenang aja, nih sebagai gantinya” riri memberikan sesuatu ke sally, sebuah kartu nama bertuliskan “Seoul-Indonesia in Harmony”.


“Seoul Fashion Week 2019 ???”


Riri mengangguk mantap.


“Wow.,great, dear.Gag kebayang, mimpi lo buat kolaborasiin batik sama hanbok akhirnya kesampaian” sally berkata setengah berteriak. Kebiasaannya untuk berbicara keras ketika merasa kaget,tidak pernah hilang pada dirinya.


“Dan lo, gw undang secara pribadi_ buat jadi_ salah satu model dadakan gw !!!”


Kali ini sally bukan hanya kaget, tapi andai saja tidak ada riri disebelahnya_tentu dia bakal loncat-loncat kegirangan.


“ya ampun, thank you banget ri. Gw janji sebelum hari H, gw bakal belajar jalan biar kaki X gw gag kelihatan di catwalk”


“rebesss..ntar ada trainer yang emang udah gw sediain”


“Cuma gw doang neh ?” tanya sally menunjuk dirinya sendiri.


“Kagak lah say. Nah tuh partner lo udah datang” tunjuk riri pada sesorang yang baru saja celingukan keluar dari pintu kedatangan luar negeri.


“Fazaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....” kompak keduanya berlari menuju seseorang yang menggunakan backpack merah dan menggunakan topi safari.


“gembel gila lo” ucap riri begitu ketiganya berangkulan bersama. Sudah 3 tahun mereka gag saling ketemu, sejak riri memutuskan untuk mengembangkan kariernya di negeri tetangga, sally mengejar mimpinya belajar melukis hingga ke italy, dan...


“soryy banget guys..gw baru nyampe london 3 jam sebelum berangkat ke sini. Ada undangan pembukaan tour n travel gw di zimbabwe. Jadinya..ya gini, bau bau africa masih kelihatan di gw”


“Ini mah emang udah kelihatan dari dulu.lo gag berubah ya za” ucap sally.”kulit lo jadi gosong gini” lanjutnya lagi sembari tertawa terbahak-bahak.


“eh,enak aja, ini efek panas benua afrika tauk. Nih gw kesehariannya” tunjuk faza memamerkan dirinya dalam balutan style kerjanya bersama kolega-koleganya di UK. 


“wuidihh...ibu-ibu kantoran kita” ucap sally dan riri berbarengan. Keduanya tertawa bersama.


“Betewe, gw udah baca email dari lo ri. Oke,..gw siap dengan tawaran itu. Cuma...ya lo tau sendiri, gw gag cukup cantik buat didandanin ala model” ujar faza hopeless.”dan gw gag cukup tinggi kayak kalian berdua”
“tenang aja...berapa senti hak yang lo perluin sih za, ntar gw desain khusus buat lo”ujar riri.


“seppppp dah. Kita mau ke mana habis ini ? naek MRT yak ?” tanya faza.


“Ya ampun, lo gag tau za ?” tanya sally.” Wae wae wae ?” lanjut faza.


“Tuh, ada bosnya riri yang lagi nungguin kita” tunjuk sally pada seseorang yang lagi duduk sambil berbicara pada sesorang lagi di gerai starbucks bandara changi.


Faza memasang kacamata minusnya.Dan betapa nyaris kagetnya dia ketika melihat sesorang itu.


“astaga, ri ?” tanya faza,menoleh pada riri, meminta penjelasan. Riri hanya tersenyum kecil.


“Gw bikin brand baru bareng oppa, namanya Elf Rere Story”


“mwo ???” ucap faza berbarengan dengan sally.


“lo tau siapa brand ambassador produk kita?” tanya riri.


Faza dan sally menggeleng, menunggu jawaban mengetjutkan lainnya.


“tuh..”tunjuknya pada seseorang yang membelakangi mereka. Orang itu tengah berbicara pada oppa sungmin.


Baik faza,maupun sally_keduanya mencari tau siapa laki-laki yang dimaksud.


“oppa...” panggil riri ke arah sungmin. Sungmin membalasnya dengan lambaian tangan.


Sungmin berkata pada pada laki-laki yang ada dihadapannya, sambil menunjuk ke arah mereka bertiga. Laki-laki itu menoleh. Faza tidak bisa melihat dengan jelas siapa laki-laki yang sedang berada di depan oppa sungmin_yang detik ini membalikkan badannya ke arah mereka. Laki-laki itu melepaskan kaca mata hitamnya, dan..


“mwo ????????” kali ini hanya faza yang berteriak setengah pingsan.


“surpriseeee...”ucap riri dan sally berbarengan.


“i...itu...itukan.....” faza menutup mulutnya yang ternganga_ia masih tak percaya pada apap yang dilihatnya.
Bertahun-tahun, dan sekarang..


“o....o.....”faza masih terbata-tata. Sally dan riri berusaha menenangkan sahabatnya yang lagi “gag stabil” ini. 

“ooooo....onew-ssi.....” lanjut faza. Air matanya membuncah. Campur aduk antara senang-kaget-haru. Tapi yang faza yakin sekarang_entah mengapa jantungnya kini berdetak kencang, dan pipinya tiba-tiba terasa memanas.Makin hebat,makin tak keruan, apalagi ketika dia sadar, oppa sungmin dan laki-laki yang berhasil membuatnya terserang “demam dadakan” saat ini tengah berjalan menuju mereka.


“aaa.....annn...annnyeong jinki-ya”






Jumat, 02 November 2012

Ost For "Flo Boys"

0 komentar

Flo Boys

0 komentar




“ok, semua siap-siap,kira-kira 15 menit lagi syuting scene pertama kita mulai. Ada yang masih belum lengkap ?”


Begitu mendengar sebuah suara yang disampaikan dari balik mikrofon besar_bitha bergegas mengecek kelengkapan “perang”nya. Seperangkat alat make up. Make Up Artist adalah posisinya saat ini.


“gw gag yakin kalo member floboys pada bisa akting” 
bisik suara dari sampingnya. Pemilik suara itu tak lain adalah tara yang bertugas di bagian wardrobe. Tara tampak keberatan membawa setumpuk pakaian_yang terkadang,tanpa diketahui oleh yang lain_diseretnya beberapa baju yang terbungkus plastik itu di lantai.

“Gw juga mikir yang sama. Apalagi_kalau lihat siapa artis yang bakal jadi model video klip mereka kali ini” 

bisik satu suara lagi_yang tak lain adalah rhesa. Lengkap sudah trio partner in crime kali ini. Buah dari perjuangan selama dua bulan penuh keluar masuk production house hanya untuk nyerahin portofolio mereka. Dan berharap bakal segera dapat kerja, begitu kelar dari sebuah institusi perfilman ternama di ibu kota.


“siapa sih ?” 
tanya tara ke arah rhesa.Pandangannya mendelik_memastikan bahwa sosok yang sedang berada di dalam pikirannya saat ini berbeda dengan apa yang akan dikatakan oleh rhesa.

“Yaa...siapa lagi..Artis dangdut yang sekarang lagi tenar gara-gara produk minyak gosok”

“Ma...maksd lo....sisilia rafael ??” 
tara nyaris setengah berteriak kencang,jika saja bitha yang berada persis di tengah mereka berdua_tak segera menyikut siku tara. 


Beberapa kru lainnya yang menyadari apa yang barusan dikatakan tara_tampak tersenyum-senyum geli memandangi mereka bertiga.


“Mendingan kita kemana-mana deh” lanjut rhesa lagi diikuti anggukan tara. Bitha memilih untuk diam. Entah mengapa_dia tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini lagi.


“Ok.,semua set siap. Scene satu, adegan dimana personil floboys lagi jalan-jalan di tengah taman. Ok, semua mengerti ?mm...nanti yang bakal muncul pertama kali di scenenya siapa ?” 
tanya sang sutradara pada asistannya yang bernama kaka yang tampak kelimpungan membuka ulang naskah tebal yang sedari tadi digulungnya.


“mmm....leadernya..disini...kak idhil bos” 
ucapnya sembari menunjuk sebuah nama di salah satu halaman yang dibacanya.


“o..ok. Saudara idhil”

“ya ?”




Sebuah suara tiba-tiba muncul dari balik kerumunan 2 sampai 3 orang yang tengah menabur-naburkan bedak padat pada wajah sang pemilik suara. Dialah idhil , pemimpin sebuah boyband yang sedang naik daun_baik on air maupun off air.


“nanti, begitu saya teriak action, saudara muncul dari balik sana ya” ucap sang sutradara yang dibalik kursi duduknya _terpasang papan bertuliskan nama lengkapnya_farikh mubarok, Director.Track Recordsnya telah mampu menunjukkan kualitas film-film yang berhasil dibuatnya, yang mampu menyedot sekian banyak penonton di bioskop2 tanah air. 
 Tidak hanya kisah cinta remaja, hororr lokal, sosial, pendidikan,religi, berbagai genre telah banyak dikerjakannya. Jadi tak salah jika beberapa bulan yang lalu, sebuah piala bergengsi perfilman tanah air berhasil diboyongnya pulang. Itulah mengapa_pihak Flo Entertainment_selaku agensi dimana boyband yang digawangi oleh idhil dkk_memilih dirinya untuk memipin proyek pembuatan CF terbaru Floboys. Produk Kosmetik Remaja.


Yang bernama idhil_hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan pasti. Professionalitas adalah hal yang diusung oleh dirinya. Tak heran jika kharisma kepemimpinannya tersebar di berbagai pemberitaan media massa_terlebih ketika bagaimana idhil bisa menghandle kerumunan fans fanatiknya di acara fans meeting Flolovers (sebutan untuk fans mereka) di taiwan. Ketenaran Floboys bahkan bisa dikatakan menyaingi kepopuleran tao ming tse cs di negeri F4 itu.


“ok, setelah saudara keluar, yang lain...siapa namanya ?” 

tanya sang sutradara pada asistennya lagi yang diikuti jawaban “isal_leader dance, ojan_visual of the group, ithenk_leader vocal, arkie_rapper, dan tak ketinggalan baim,maknae” oleh kaka dengan fasih. Kegilaannya pada boyband ini membuatnya bertekad untuk bekerja di sebuah PH yang kerap bertemu dengan artis. Dan Legoo Production House adalah impiannya sejak dulu.


“Ok, wait..untuk scene awal ini mereka tidak ada melakukan gerakan dance apapun ?” 
tanya hilmi, selaku manager dari Floboys.




“Gag ada. Kita bakal masukin backsound lagu terbaru mereka “Dinding Ba Dinding” , tapi Cuma versi instrumennya. Ini Cuma sebagai opening pertemuan mereka dengan model ceweknya”


Hilmi mengangguk mantap, diiringi jawaban “well.allright,i see..”


“ada pertanyaan lain lagi ?”
Tanya farikh ke sekitar. Lebih tepatnya ke arah enam cowok-cowok yang tengah memakai baju motif cheeta lengkap dengan kaca mata hitam. Kaca mata hitam menunjukkan musim panas dimana semua anggota lagi liburan bareng.


“di sini tertulis bakal ada adegan tabrakan dengan model ceweknya. Maksdnya siapa yang kebagian peran ini dari kita ?” tanya ojan. 
Aksen semi british-amerika nya tampak kental. Dia satu-satunya member yang direkrut ketika tengah berada di luar negeri_vietnam.




“yang jelas bukan kamu. Yang tabrakan nanti...tetap..kamu” tunjuknya pada idhil. Dalam hal apapun,namanya juga leader, idhil selalu kebagian part terbanyak. Termasuk dalam sesi wawancara.Tak jarang kondisi ini menimbulkan issue bahwa idhil adalah “anak emas” Flo Entertainment.


Tak ada pertanyaan lagi. Semuanya tampak paham, dan bisa menangkap keseluruhan jalan cerita.
“ok, kalau gag ada pertanyaan lagi,kita bisa mulai sekarang. Ok, Everybody, Ready, Set.....ACTION !”


.....


Dua manusia bertabrakan. Seorang wanita tampak terjatuh, ke rumput-rumput hijau yang beradu dengan warna-warni bunga tulip yang tertanam disekelilingnya.Wajahnya muncul dari balik kibasan rambut yang tertiup angin musim panas. Kilauan sinar matahari beradu dengan cahaya dari aura wajahnya menghentikan pandangan ke-6 laki-laki yang tanpa sadar dengan kompak melepaskan kaca mata hitam yang dipakainya. Mata mereka hanya terpaku pada wajah wanita yang terduduk dengan rona wajah bersemu kemerah-merahan.



“wow,,you’re so beautiful” ucap laki-laki yang berdiri di depan formasi pyramid ke belakang yang mereka bentuk.Wajahnya dishoot close up. Tampak seringai senyum khas_yang mampu meluluhkan_siapa saja yang melihatnya.

Sementara wanita yang terjatuh dan terduduk di atas rumput-rumput hijau, menjatuhkan pandangannya ke arah samping belakang. Menghadap kamera. Dan dia pun tersipu malu. Alunan musik dari lagu hits “Dinding Ba Dinding” pun diputar.


“Pengen punya wajah mulus mengalihkan Floboys ? Pake bedak eightion n’rucci. Dijamin bakal ketemu member Floboys. Tunggu apa lagi” ucap wanita yang terduduk itu di scene yang berbeda. Ia tersenyum girang sambil memegang sebuah bedak padat berwarna pink pastel.


...Eightion n’rucci compact powder,gag hanya bikin kulit wajahmu mulus, tapi juga sehalus dan seputih kapas. Aku_sisilia rafael udah coba, sekarang saatnya giliran kamu”



Dan syuting hari ini pun berakhir.

....


“argghhhh...kelar juga nih kerjaan “


Tara dan rhesa menyenderkan tubuh mereka ke sofa empuk di dalam ruangan make up. Sementara itu, bitha tampak sibuk dengan kerjaannya mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak hitam.


“apaan tuh bith ?” tanya rhesa kepo.


“foto postcard-nya floboys buat fanssigning sebentar lagi” jawabnya. Ia sepertinya tak tampak antusias dengan apa yang tengah dilakukannya. Sama seperti sejak pagi-pagi mereka bertiga bertemu di halte trans yang akan membawa mereka ke lokasi syuting.


“eh gw nitip satu ya” ucap tara. Rhesa dan bitha kontan menoleh ke arah tara, “ini titipan sepupu gw. Dia ngefans banget sama ical. Sampe-sampe belain buat ikut klub dance geto” sambungnya. Penekanannya pada kata “geto” cukup membuat baik rhesa ataupun bitha yakin bahwa tara tak benar-benar ikhlas dengan ‘amanah’ yang diberikan oleh saudara sendiri padanya.


Rhesa dan bitha kompak menjawab dengan koor “O” panjang.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka.


Sesorang muncul dari balik pintu.


“sorry..ada yang lagi liat kak idhil gag ?” tanya pemilik suara yang tak lain adalah sisilia rafael, artis remaja yang lagi naek daun.


Ketiganya menggeleng. Tidak mungkin, sepopuler idhil akan menghabiskan waktu break bersama mereka di ruangan sesepi ini.


“o, aku kirain tadi di sini. Habisnya..aku cari kemana-mana gag ketemu. Ok, trims ya” ucapnya sambil berlalu dan menutup pintu.


“Tuh kan gw bilang juga apa tempo hari. Gw sangat yakin kalau antara sisilia rafael sama idhil floboys pasti ada apa-apa. Gag mungkin sisilia nyari-nyariin idhil sampe begitunya” rhesa berkata sewot. 

Kalau ada komunitas Anti Fans Flo Boys, dia mungkin akan jadi pendaftar nomor wahid. Ketidakngefansannya pada boyband satu ini_lebih karena ia terlanjur kecewa begitu mendengar gossip yang mengatakan bahwa ada member di floboys yang pernah melakukan oplas hingga negeri ginseng_korea.Dan itu dicurigai adalah ojan, member favouritenya,yang bermata sipit dan sebelum debut berbadan tambun. Entah mengapa, rhesa sangat yakin bahwa ojan pernah sedot lemak.


“sama. Gw ngerasa, semakin hari..kebenaran gossip itu akan terungkap. Lambat laun, reputasi keduanya bakal jeblok”


Lain lagi dengan kisah tara, statusnya sekarang adalah mantan fans Floboys di era-era debut . Ia memilih untuk pensiun dini sebagai Flolovers disebabkan oleh sebuah kejadian yang berhasil membuatnya “trauma” akut. 

Ceritanya kurang lebih begini, suatu ketika dirinya sangat rajin nge-mentions salah satu member termuda floboys_baim . Hampir setiap hari, bahkan setiap jamnya_tara dengan konsisten melakukan hal yang sama. Menyapa baim floboys dengan harapan mentionnya bakal dibalas. Dan benar saja, harapannya menjadi kenyataan di minggu ke 4 bulan ketiga dirinya official sebagai flolovers.Akan tetapi dengan kecewanya dia harus menerima jawaban pertama sekaligus jawaban terakhir dari baim floboys. 

Sebuah kata dibacanya dari reply-an baim floboys yang bertuliskan : Pliz, jadi cewek jangan bawel dong!.


Dan sejak saat itu,tamatlah sudah riwayat kecintaannya pada boyband satu ini. Semua poster-poster dilepasnya dari dinding kamarnya, lighstick berbentuk donat_simbol makanan favourite semua personil_langsung diberikannya pada anak tetangganya yang masih berumur 5 tahun_ serta semua video-video dari mulai CF, reality show, mv _habis di’bakarnya’ di dalam keranjang recycle bin laptopnya. 


Tara memutuskan untuk mengubur selamanya mimpi ikut mini concert Floboys akhir tahun ini. Padahal usut punya usut, ternyata akun twitter yang dimentionnya puluhan kali sehari, tak lain dan tak bukan adalah akun palsu bikinan fans fanatik yang mengatasnamakan Baim Floboys. Dan tara sampai detik ini tidak pernah tau kebenaran ini. 


“Kita do’ain aja rating CF ini bakal biasa aja” celetuk rhesa.


“hus, jangan ngomong sembarangan. Kalau iklan ini gag berhasil, trus produknya gag laku, perusahaan ini bakal dapat reputasi buruk, ujung-ujungnya bakal ada PHK di kantor ini” bitha akhirnya buka suara. 

Posisinya cukup netral diantara rhesa dan tara.


“ia juga ya. Gag jadi d” lanjut rhesa yang diamini oleh tara.


“gw mau ke depan dulu. Bentar lagi fansigningnya bakal dimulai. Kalau lu pada mau ikut, bareng gw aja keluarnya. Gw Cuma mau ngasih ini ke panitianya”
Ucap bitha berjalan menuju pintu keluar ruangan.


Rhesa dan tara saling bertatapan, untuk selanjutnya kembali menoleh ke arah bitha dan kompak bilang “ih...ogah”



.....


Antrian fans yang notabene hampir semuanya kaum hawa berusia remaja tampak memenuhi jalur yang telah disediakan panitia acara. Sementara itu di belakang meja panjang, enam laki-laki tampak sibuk menggoreskan penanya ke atas kertas lux bergambar wajah masing-masing dari mereka.

 Sesekali mereka menebar senyum dan melempar obrolan kecil ke beberapa fans yang menunggu dengan sabar selesainya tanda tangan. Tak sedikit dari remaja-remaja yang membawa spanduk dan poster warna-warni ngejreng itu tampak terharu histeris, bahkan satu dua diantara mereka ditemukan roboh. Pingsan.


Berapa meter dari sana, seorang wanita tampak berdiri mematung di pojokan. Ditangannya terdapat kumpulan cd original dari setiap album Flo Boys. Ia memakai kaos putih bertuliskan “Proud To Be Flolovers” yang menandakan bahwa dia adalah Flolovers sejati_bukan KW, apalagi kualitas abal-abal. Air matanya nyaris keluar dari pelupuk mata, tapi ditahannya. Belum saatnya dikeluarkannya,sampai akhirnya dia benar-benar mendapatkan photo bertanda tangan asli salah satu member boyband favouritenya ini. Syukur-syukur bisa foto bareng. Tapi tidak mungkin, tentu fans lain akan berlari menuju kearahnya_jika sampai hal itu beneran terjadi. Bukannya bisa foto bareng, yang ada dia malah akan terjepit di antar kerumunan fans yang sudah menunggu sejak pagi di depan gedung kantor Legoo Production House. Separuh dari mereka malah telah menginap dari sejak semalam.



Wanita itu memasang kaca mata hitamnya. Berharap tak ada seorang pun yang akan mengenalinya. Dan wanita itu tak lain adalah...bitha!

"Bith, ngapain lo di sini ??" tanya rhesa dan tara, "Lo..lo..lo sebenarnya ngefans sama flo boys ??"






Kamis, 01 November 2012

Ost For "Malam Tahun Baru"

0 komentar

Ost For "Gondola"

0 komentar

Gondola

0 komentar




Asya menepuk-nepuk punggung buku yang tanpa sengaja terjatuh ketika dirinya berusaha untuk menjangkau sisi teratas rak. Debu-debu berterbangan, menusuk hidungnya yang sedikit alergi. Diambilnya kemoceng, dibersihkan lagi buku bersampul samson cokelat setebal KBBI, dan dijauhkannya dari hidungnya. Buku itu terselip di antara tumpukan buku-buku lama yang sudah tidak terpakai lagi di dalam gudang belakang. Sore ini mama memerintahkannya untuk membereskan buku buku lama, dalam rangka kegiatan sumbang buku di komplek rumahnya.


It can be dream, it can be done...


Asya mengeja tulisan yang tercetak Bold dan berfont miring tepat di sampul depan. Matanya tertuju pada sebuah gambar pohon dan seekor kelinci dibawahnya. Ini pasti diary mama, pikir asya.


Dibukanya buku ditangannya. Dibandingkan melanjutkan kerjaannya mengepak buku-buku ke dalam kardus, membuka isi buku yang baru saja ditemukannya ini jelas lebih menarik minatnya.


..Malam itu, aku tanpa sengaja bertemu denganmu. Aku melihat bintang, bulan,dan langit terbang mengitari kita..


Asya terkikik pelan. Tak disangka, mamanya yang sering ditemuinya keseharian, ternyata bisa sepuitis ini.
Kata-kata berikutnya lebih kepada cerita tentang masa lalu ibunya. Bagaimana geeky-nya sang mama yang hampir separuh waktu di sekolah dihabiskan di perpustakaan_membaca baca buku seri perjalanan, dan ini yang menurun padanya. Tak ada hal yang lebih menggembirakan selain masuk ke dalam cerita-cerita petualangan di berbagai belahan dunia. Mama adalah Marco Polo bagi dirinya, yang membuka keinginan dirinya untuk menjelajah seluruh tempat-tempat indah di dunia. Dan venice adalah pijakan pertama yang ingin dicapainya.


“Kalau kamu mau bepergian ke luar negeri, kamu harus kerja keras. Dengan begitu kamu bisa menikmati hasil jerih payahmu dengan syukur yang luar biasa”


Ucap mamanya suatu ketika asya menyampaikan niatnya untuk menghabiskan liburan musim panasnya di kota seribu gondola itu.


Meskipun memiliki mama yang notabene pernah berprofesi sebagai diplomat, tak melulu dirinya akan mengalami nasib yang sama dengan anak-anak diplomat lainnya. Asya tak pernah sekalipun menginjakkan kaki selain indonesia. Ketika tugas kerja, asya kecil dititipkan ke tempat eyangnya di jogja. Eyang adalah orang yang menurunkan mimpi-mimpi mama pada dirinya. 


“Ketika kau berkunjung ke negeri orang, dengan begitu kau akan menyadari betapa kayanya negeri sendiri. Keluarlah dari tanahmu, jadilah marcopolo bagi negerimu” begitu ucap eyang kakung ketika setiap sore dirinya menghabiskan waktu bersama di teras depan rumah joglo, dengan setumpuk atlas dari berbagai edisi dan revisi.


Bagian favouritenya adalah halaman-halaman terakhir di atlas yang menampilkan bendera-bendera dari tiap negara. Dan selanjutnya, bersama sepupunya_rhesa, mereka akan berlomba-lomba mencari bendera dari negara yang disebutkan oleh eyang suryo.


Asya kembali tertawa kecil jika membaca kisah tersebut yang tertuang dalam buku yang tengah dipegangnya. Tebalnya buku ini menunjukkan banyaknya rangkaian kisah yang ditulis mamanya_ dari mulai bangku sekolah hingga asya lahir, dan membesarkan dirinya seorang diri. Mama adalah Hero dalam hidupnya. 


Matanya tiba-tiba tertuju pada halaman terakhir dari buku tersebut. Tak ada cerita, tak ada tanggal, yang ada hanya deretan kata-kata yang mengusik dirinya untuk mengambil pulpen atau alat tulis yang bisa didapatnya sekarang.


...tuliskan mimpimu di sini, dan ia akan hidup...


Tulisan itu bukanlah tulisan tangan mama atau siapapun, karena tercetak dan merupakan bagian dari buku tersebut.


Asya merogoh saku bajunya. Ada pensil yang dibawanya untuk keperluan check list buku-buku yang akan dimasukkannya ke dalam kardus.


Pandangannya menerawang. Ia memikirkan, mimpi apa yang akan ditulisnya. Sepertinya mama sengaja membiarkan halaman ini tetap kosong tanpa kata-kata apapun _selain tulisan cetak tersebut. 


Asya tersenyum singkat. Tanpa ragu, detik selanjutnya ia menuliskan beberapa kata-kata, menutup buku itu, dan memasukkannya ke dalam kardus _tempat buku-buku yang masih terpakai berada.
Ponselnya bergetar. Dilihatnya sebuah nama tertera di layar hape.


“Lima belas menit lagi aku ke sana. Aku ikut maen” klik. Ditutupnya ponsel tersebut. Hari ini jadwal latihan baseball di sekolah. Farikh_sang kapten team baseball sekolahnya baru saja menelponnya. Memberitahu bahwa dirinya harus segera menuju lapangan. Latihan untuk kejuaran yang akan digelar bulan ini_sebentar lagi akan dimulai.



Asya bergegas memasukkan buku-buku ke dalam kardus, untuk kemudian diserahkannya pada bik mirah_pembantu rumahnya.


.....



8 Tahun kemudian...


“Ok. Saya akan segera mengirimkan draft laporan akhir world meeting ini. Mungkin kira-kira saya akan tiba di indonesia senin malam. Selasa pagi saya bisa segera bertolak ke kalimantan”


Asya mempercepat langkahnya. Dia tampak kelimpungan membawa tumpukan map di tangan kanannya, sementara tangan kirinya sibuk memegang tablet androidnya. Asisten lapangannya menelpon langsung dari tanah air. Mengabarkan bahwa pemerintah daerah setempat telah menanyakan perihal kerjasama perlindungan orang hutan dengan LSM tempat dimana asya berkarier.


“Jangan lupa pesan tiket pesawat saya untuk selasa pagi. Kalau bisa bukti konfirmasinya sudah saya terima paling lambat besok malam”


Ucapnya diikuti suara persetujuan dari asistennya. Asya menutup panggilannya. Ditekannya beberapa digit angka disertai huruf-huruf di laman ponselnya. Untuk kemudian melakukan transferan melalui internet banking ke rekening asistennya.


Diliriknya arloji ditangannya. Sudah sedikit terlambat. Kegiatan terakhir dari rangkaian Konferensi International Perlindungan Satwa-satwa yang terancam punah, akhirnya selesai dijalankannya. Begitu banyak agenda yang telah dirangkum, dan menunggu untuk direalisasikan_begitu tiba di indonesia.


Dipandanginya wallpaper tabletnya, ada foto dirinya bersama seekor bayi orang hutan bernama Viri_yang berhasil diselamatkan oleh teamnya ketika terjadi pembalakan liar di hutan kalimantan. Dan Viri, sama seperti teman-temannya yang lain_ dengan begitu cepatnya menjadi akrab dan menyatu bersama asya. Asya adalah pimpinan LSM yang dibentuk oleh PBB di asia tenggara khusus menangani perlindungan satwa-satwa liar dan terancam punah keberadaannya. Orang Utan, komodo, gajah lampung, harimau sumatra adalah beberapa nama yang masuk dalam list penanganan. Tapi,kecintaannya pada cerita petualangan bekantan yang dibacanya di bangku sekolah dasar, membawanya memilih orang utan sebagai fokusnya. 


Asya mengeluarkan sesuatu dari balik tasnya. Sebuah buku yang tampak terlihat usang. Tapi masih terawat dan tak berdebu lagi. Buku yang sama yang ditemuinya 8 tahun lalu di dalam gudang penyimpanan. Dipeluknya erat buku itu. Ad keharuan yang muncul di relung jiwanya saat ini.


Ditatapnya semburat cahaya matari yang terpantul ke riak-riak air sungai yang bergoyang perlahan,yang bersentuhan dengan setiap badan dasar perahu yang melewatinya.


Sesosok tubuh yang sangat dikenalinya_tengah berdiri membelakanginya_menghadap hamparan sungai yang sebagian dikelilingi oleh bangunan-bangunan berarsitektur klasik. Dipanggilnya nama orang tersebut. Mendengar suaranya, laki-laki itu berbalik dan melambaikan tangan padanya.


Asya membalas lambaian tangan itu. Tersenyum, untuk kemudian berjalan menuju laki-laki yang tengah berdiri di tepi dermaga dimana perahu-perahu kecil tersandar.


“Welcome to Venice.,asya”


Suara berat itu menambah lengkap kesempurnaan perasaannya saat ini. Seperti gondola yang terayun bebas dan lincah membelah sungai-sungai kota venice. Dan mimpinya_kini telah terwujud, bersama seseorang yang ditakdirkan untuk ikut dalam lingkaran mimpinya. Antara venice, gondola, dan air sungai_ asya yakin_bahwa pada akhirnya_mimpinya akan berlabuh juga di kota ini.



Ost For "Diary"

0 komentar

Diary

0 komentar



Menjadi gemuk memang bukan sebuah kutukan, tapi tidak bagi kaka. Tubuh gemuk, bulat, dengan gumpalan lemak di tempat-tempat strategis, pipi chubby bak bakpao matang , merupakan kutukan yang tak pernah tau di mana menemukan mantra penghilang.


“aku bosan dengan keadaan seperti ini” ucap kaka, berdiri mematung di depan cermin. Gaun black dress yang rencana nanti akan dipakainya di prom night tampak membungkus rapat dan ‘sempurna’ badannya. Padahal ketika membeli, kaka amat sangat yakin bahwa baju yang dibelinya akan mampu menutupi beberapa gelambir lemak dengan warna hitam pekat.


Dari arah belakang bayangannya, ayaz_menyembul di balik tubuh bulat kaka. Dibetulkannya letak kaca mata bingkai besarnya. Ayaz mencoba untuk menyunggingkan senyumnya yang rapi dengan deretan behel berwarna pucat gading. 


“Bagaimana denganku ?” tanya ayaz. 
Tubuh ringkih dan cekingnya memang tak bisa dikatakan lebih baik daripada kaka. Perpaduan yang sempurna jika duo sahabat karib ini berpose untuk close up foto bersama. Seolah ada ilusi optik atau editan photoshop sempurna yang menunjukkan bahwa setengah bagian lemak ayaz baru saja ikut tersedot oleh kaka. 


“Setidaknya kau tidak perlu bersusah payah untuk menutupi bantalan-bantalan daging di perutmu”
ucap kaka.

Menjadi gemuk memang bukan pilihan untuknya. Lebih tepatnya tidak bisa memilih, karena pilihan kaka hanyalah “berisi” atau “gemuk”. Kedua orang tuanya mewariskan gen “gampang menjadi gemuk” kepada kaka dan kedua kakak-kakaknya.


“Seumur hidupku aku akan tampak lebih tua dari usia ku yang sebenarnya”
Lanjut kaka lagi. 


Ia membeberkan rentetan cerita yang dialaminya dengan menjadi wanita berbobot extra. Air matanya nyaris saja tumpah. Padahal cerita ini telah kesekian kali diceritakannya pada sahabatnya ayaz. Ayaz seolah telah menjadi diary yang tak pernah kehabisan halaman bagi kaka.


Entah mengapa_di sisi lain, ayaz merasa bebannya sedikit terangkat. 



 ......


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sudah hampir empat jam ayaz dan kaka menghabiskan waktu di sini.

“harusnya kita tiap hari seperti ini” ucap kaka. Nafasnya ngos-ngosan. Renang adalah olahraga yang paling disukainya.

“enak lagi kalau gag rame kayak gini” lanjut ayaz. Dilepasnya kaca mata renangnya. Berenang membuatnya bahagia. Entah karena bawaan zodiaknya aquarius, membuatnya amat sangat senang jika berhasil mendapati air.

“ayo kita berganti pakaian” ucap kaka. Ia berusaha keras menaiki tangga kolam. Bobot badanyya membuat tangga tergantung itu tampak bergetar menahan berat tubuhnya.

“mm..kau saja duluan..aku menyusul. Aku...aku masih mau menikmati berenang sekitar 5 menit lagi”
Kaka memperhatikan ayaz, hal yang sama dirasakan olehnya. 

“oke.,aku duluan kalo gitu. Udah kedinginan” lanjut kaka. Ia buru-buru berjalan menuju loker penyimpanan tas. 
 
Ayaz terdiam di tepi kolam renang. Lama berendam di air juga membuat kulitnya terasa mengendur. Tiba-tiba ia merasa dingin, tapi tetap ditahannya.

........


Ayaz menatap pantulan bayangannya di dalam cermin. Diusapnya kepalanya, dan berhasil didapatinya kumpulan helai rambut. Matanya berair. Hal seperti ini sudah kesekian kali dihadapinya.


“yaz, kamu sudah selesai ? “


Sebuah suara disertai ketukan pintu membuyarkan pikirannya.


“kamu duluan aja,ka. Aku..aku masih lama,”



Tak ada suara menjawab. Ayaz buru-buru mengambil sesuatu daru dalam tasnya.

“ok, aku tunggu di parkiran”

Ayaz buru-buru menjawab “ya”. Ia menarik nafas lega. Detik selanjutnya segera dipasangnya topi kupluk berwarna maroon. Ayaz merapikan ujung-ujung bawah rambutnya yang masih setengah basah. Dan segera bergegas membereskan barang-barangnya.

..........


“kamu lagi terjangkit virus kugy yaz ?” tanya kaka sembari menyeruput jus mangga, dan sebentar lagi melahap habis semangkuk bakso yang terhidang di hadapannya.


Sepulang berenang, mereka memutuskan untuk mampir ke toko bakso langganan di samping kolam renang umum “githa tirta”.


Menyadari apa yang dimaksud kaka, ayaz hanya tersenyum simpul “oo..ini” ucapnya sembari menyentuh kupluk yang bertengger di atas kepalanya.



“ia nih..gara-gara kamu ngajakin aku nonton perahu kertas sih, makanya aku gampang banget terinfluence pengan jadi kayak kugy”


Kaka tergelak, “jangan-jangan, di dalam tasmu ada potongan kertas buat dibikin perahu lagi”
Ayaz dengan sigap menggeser letak ranselnya.


“enak aja..aku gag segitunya kayak kamu ya, yang kemana-mana bisa berubah jadi pujangga jalanan dadakan”


Kali ini ayaz yang tergelak, “masih punya mood buat nulis diary kan ?” canda ayaz.


Ia mengambil segelas air putih tanpa es yang dipesannya bersamaan dengan bakso tanpa mie dan tanpa tambahan perasa apapun.

Kaka mengangguk, “ diary emang tempat curhatanku, tapi bagi aku..aku udah cukup senang punya diary kayak kamu yaz..Gag kebayang kalau ‘diary’ itu gag ada”


Entah mengapa ayaz merasakan dadanya terasa sesak. Entah karena efek berendam terlalu lama di dalam air, atau memang bakso yang tengah dimakannya tersedak sehingga merasakan sedikit sakit tiba-tiba di saluran pencernaannya,ayaz merasakan kata-kata kaka barusan jelas tak ingin didengarnya.


“kamu terusin aja hobbymu itu ,ka. Aku yakin suatu saat kamu bisa seperti kugy. Jadi penulis trus ketemu keenan deh...” ayaz tergelak. Kaka tampak berbinar. 


“Mana ada Keenan yang mau sama kugy kayak aku gini” ucap kaka.


“Justru karena seseorang itu kusebut keenan, makanya dia jelas berbeda dari yang kamu bayangin. Keenan sejatimu akan melihatmu utuh, bukan karena apa-apanya kamu. Termasuk.... gumpalan lemak itu”


Ayaz menunjuk lengan kaka yang tampak jelas karena baju berlengan pendek yang dikenakan kaka saat ini.
Kaka mengambil tissue yang tersedia di atas meja, membentuk bulatan2 putih dan melemparkannya menuju ayaz yang tertawa terbahak-bahak.


“aku pasti akan merindukan masa-masa ini ketika nanti kau berangkat ke amerika”


.....


Ayaz menatap lembaran kertas dihadapannya. Memeriksa pelan-pelan setiap kata per kata, berharap dia menemukan hal yang salah di sana.


“Setelah ini , berkemaslah. Keberangkatan kita akan dipercepat lusa. Mama sudah mengurus semuanya, termasuk sekolahmu”


Tangan yang mendekap pelan dan hangat di pundaknya terasa begitu berat bagi ayaz. Air matanya memenuhi tiap sudut pelupuk matanya. Ingin rasanya ditumpahkan semuanya. Tapi tidak untuk saat ini.


“ma..boleh gag aku ke rumah kaka dulu.,aku pengen pamitan sama dia”


“sekarang sudah malam, sayang. Kamu harus segera beristirahat, pagi-pagi sekali kita akan ke bandara. Besok kita akan berangkat ke jakarta dulu, pamit sama eyang”


Ayaz terdiam. Jika saja surat ini telah diterimanya sejak tadi pagi, tentu pamit menjadi hal yang mungkin dilakukannya pada sahabat dekatnya.


“please ma..aku pengen setidaknya,.teman terdekatku tau kondisiku”


“Kau tak harus menemuinya..pergilah untuk menelponnya saja.”


Ayaz terdiam. Ia tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Diambilnya ponsel di dalam tasnya. Ditekannya nomor yang sering ditelponnya. Terdengar nada tunggu di seberang sana. Tapi untuk kesekian kalinya, nada itu tetap sama saja. Tak ada jawaban.


......

Kaka mengumpulkan keberaniannya untuk menekan tombol “cari” di laman browser yang saat ini tengah dibukanya.
Nafasnya memburu. Ia barus saja menngetik sesuatu di kolom pencariannya.


a.l.z.h.a.i.m.e.r


kaka segera menekan tombol yang sama, dan betapa terkejutnya ketika melihat deretan tulisan yang hasil dari pencariannya.


..kehilangan memory...


...ketidakfungsian organ tubuh dan koordinasi otak..


Dan...


Sebuah kata berhasil membuat kaka terdiam di tempat.
Ia hanya mampu menatap langit biru, di tempat dimana ia berpijak sekarang, taman tak jauh dari rumah ayaz.
Kaka tak kuasa menahan tangisnya. Betapa sangat selfishnya dia selama ini, memaksa ayaz untuk masuk ke dalam cerita-cerita keluhan tentang ‘ketidaksempurnaan” fisik yang dialaminya. Entah mengapa kaka begitu ingin sekali menghujat dan mencaci dirinya sendiri. Ia terlalu selffish sebagai teman, sebagai sahabat. Andai saja dia mau meluangkan waktunya untuk sedikit mendengar kisah ayaz, andai saja ia sedikit menyadari kejanggalan-kejanggalan tak kecil dari perubahan yang dirasakannya dari ayaz akhir-akhir ini, andai saja ia tak terlalu bodoh untuk mengira bahwa kepergian ayaz ke amerika sebenarnya bukan hanya perjalanan wisata belaka dan...


Kaka bergegas membuka emailnya, menuliskan sesuatu di sana.



...kuharap kau tak akan pernah melupakanku. Berjuanglah, sahabatku ! jangan menyerah pada kondisi ini..
Tulisnya dan dikirimnya ke alamat yang dituju.


Setidaknya jika hari dimana ia akan menjadi salah satu kenangan yang akan dengan mudah dilupakan, kaka ingin tau bahwa ia akan selalu ada sebagai sahabat,..


...Seseorang yang memberikanmu kenangan terbanyak, itulah yang akan pertama kali dengan mudah kau lupakan..


Dan kaka tak bisa berkata apa-apa lagi.


Untuk selanjutnya berusaha untuk segera ditutupnya laman pencarian ini, tapi sebuah kalimat mau tak mau mengusik pandangan serta pikirannya.


...berujung pada kematian..



 

aku punya blog !!! Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez